Search

Aryana Paramita

an ordinary girl with a bunch of hope

Category

Astronomy

Download Stellarium.apk

Bagi teman-teman yang mau punya aplikasi stellarium di android tanpa download berbayar melalui Play Store, yuk bisa langsung download versi apk-nya aja di sini 😉.

Stellarium 1.25

Selamat berburu bintang! 😄

P.S. aplikasi Star Chart juga recommended banget, free di Play Store. 


AstroClass adalah kelas khusus pelatihan olimpiade Astronomi, di sini kita akan belajar bersama dan dibimbing oleh guru astronomi yang berpengalaman di olimpiade, serta para alumnus olimpiade tingkat nasional & internasional. Selain belajar, di sini kita juga akan diberikan kiat-kiat untuk menghadapi soal dan juga motivasi untuk menghadapi olimpade.

AstroClass juga merupakan salah satu rangkaian acara dari Starlight Parade yang setiap tahun diselenggarakan oleh Forum Pelajar Astronomi. AstroClass dikhususkan untuk kelas 9 SMP/MTs, 10 & 11 SMA/MA/Sederajat.
Pendaftaran: http://forumpelajarastronomi.com/astroclass
F.A.Q:

# Kapan? Di mana?

Tempat: Ruang kelas lantai 2, Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat
Waktu: Oktober 2016 – Februari 2017 (lihat jadwal di bawah) Pukul 09.00 sampai 12.00
# HTM?

Mulai dari Rp 30,000/kelas (Untuk keterangan lebih lanjut klik link pendaftaran http://forumpelajarastronomi.com/astroclass). Peserta bisa ikut paling sedikit 2 kelas. Terdapat 1 kelas/hari (lihat jadwal di bawah). Terdapat juga paket khusus untuk mempermudah pilihan kelas. Jumlah peserta terbatas. 

# Kenapa ada kelas matematika dan fisika?

Untuk dapat memahami fenomena astronomi kita membutuhkan dasar-dasar fisika dan matematika agar dapat diterima secara ilmiah. Untuk olimpiade sendiri pun mayoritas soal membutuhkan dasar-dasar matematika dan fisika yang cukup untuk bisa menjawab dengan tepat.
Jadwal Kelas*:

29 Okt  2016 — Astronomi Dasar

05 Nov 2016 — Matematika Dasar I

12 Nov 2016 — Fisika Dasar

19 Nov 2016 — Matematika Dasar II

26 Nov 2016 — Fisika Modern

03 Des 2016 — Mekanika Benda Langit

10 Des 2016 — Teori Observasi & Instrumentasi I

17 Des 2016 — Tata Surya

07 Jan 2017 — Fotometri dan Spektroskopi

08 Jan 2017 — Bintang & Objek kompak

14 Jan 2017 — Galaksi & Kosmologi

21 Jan 2017 — Konsep waktu & Kalender

28 Jan 2017 — Teori Observasi & Instrumentasi II

04 Feb 2017 — Kapita Selekta
SMS/WA: +6285772530929 (Adam)

Line OA: http://line.me/ti/p/%40vsl0699x

Line: theprototypead2 (Lio)

✉ daftar.fpa@gmail.com 

*Jadwal dapat berubah

STARLIGHT PARADE 2017

Coming soon! Stay up-to-date! 

300 Years of An Errie Mystery About The “Eclipse Strange Wind” 

Thousands of regular people just helped crack an eerie mystery about a solar eclipse that’s boggled scientists for 300 years

Powered by Business Insider
August 26, 2016, 4:49 pm

Reuters//Beawiharta (taken from Ternate Island, Indonesia) 
If you happened to be in London on May 3, 1715, a few minutes of your day would have been shrouded in darkness as the moon passed between Earth and the sun.
And as if a dark sky lit only by the faint white ring of the sun’s corona wasn’t eerie enough, the eclipse was accompanied by a strange wind — or, as astronomer Edmund Halley put it — a “chill and damp” that caused “some sense of horror among the spectators.”

For the past three centuries, scientists have been unable to find an explanation for what caused the wind to dramatically change that day.

4,500 regular people help crack the case

Reuters//Beawiharta
Three hundred years later, it happened again.
During a partial solar eclipse across the UK, observers felt this same chill and damp as the moon obscured a chunk of the sun.
But this time around, as part of the National Eclipse Weather Experiment, 4,500 citizen scientists and a group of meteorologists at the University of Reading were at the ready to take observations that might help solve the mystery of this eclipse wind.
Based on these observations, the scientists realized that it wasn’t just one or two people who’d felt the change — many observants had experienced the air cooling and the wind getting weaker. To further investigate this, the scientists combined their observations with data from surface weather stations and a network of roadside weather sensors.
And they solved the mystery.
Turns out it had been caused by variations occurring in the layer of air separating ground level winds from higher winds, known as the boundary level.
“As the sun disappears behind the moon the ground suddenly cools, just like at sunset, atmospheric physicist Giles Harrison said in a press release. “This means warm air stops rising from the ground, causing a drop in wind speed and a shift in its direction, as the slowing of the air by the Earth’s surface changes.”
Two separate reports on the phenomenon are published in the journal Philosophical Transactions of the Royal Society A. The results are supported by another study by researchers at the University of Sheffield, which found that during the 2015, the temperature dropped for about 40 minutes, and the wind slowed by about 9%. Still, further studies need to be done to verify the results.
And with a total eclipse coming to the US in 2017, it seems like scientists will have the perfect chance to test the findings.
“There have been lots of theories about the eclipse wind over the years, but we think this is the most compelling explanation yet,” Harrison said.

Source: http://www.businessinsider.co.id/300-year-old-solar-eclipse-wind-mystery-solved-2016-8/?r=US&IR=T#rqfxbyiJXhPeLbZx.97

Galaksi dan Ekstragalaksi 

Hai guys, udah lama nih gak update :D. Ini ada materi Galaksi dan Ekstragalaksi karya Kak Titania Virginiflosia yang kudapatkan waktu beliau sharing di Planetarium dalam agenda pertemuan rutin HAAJ. Suka kubuka” kalau lagi penasaran karena enak, bahasanya simpel, semoga bermanfaat!

Galaksi dan Ekstragalaksi

 

Pakaian Astronot 

Pakaian luar angkasa atau biasa disebut dengan EMU (Extra-Vehicular Mobility Units) yang digunakan para astronot dalam misi Apollo berfungsi melindungi para astronot dari berbagai macam bahaya. Lapisan luar dari EMU melindungi astronot dari radiasi berbahaya sinar Matahari dan debu-debu angkasa (mikrometeoroid) yang beterbangan dengan kecepatan tinggi, begitu juga dengan helm yang berfungsi melindungi kepala sang astronot dari benda-benda berbahaya. Oksigen juga disirkuasikan di sekitar helm untuk mencegah terbentuknya kabut pada permukaan kaca helm.

Bagian depan astronot menahan panas yang tinggi sementara bagian belakangnya menahan suhu dingin yang ekstrem. Hal ini dikarenakan kebutuhan astronot ketika menghadap matahari di satu sisi sementara sisi lainnya membelakangi matahari. 

Source: Earth Space Universe, dengan pengubahan 

Puncak Maksimum Hujan Meteor 

​6 Agustus 2016: Puncak maksimum hujan meteor Tau Aquarid (τ–Aquarid). Intensitas maksimumnya diperkirakan sekitar 8 meteor per jam (ZHR) jika diamati di langit yang gelap dan cerah.

12-13 Agustus 2016: Hujan Meteor Perseid

Inilah yang paling ditunggu-tunggu, hujan meteor Perseid! Tidak seperti dua hujan meteor yang mengawali Agustus 2016, hujan meteor Perseid adalah hujan meteor major (berintensitas tinggi). Bahkan tahun ini, intensitasnya diprediksi mencapai 100-200 meteor per jam (ZHR) di langit yang gelap dan cerah!

Info lebih lanjut ⬇ ⬇ http://www.infoastronomy.org/2016/08/agustus-2016.html?m=1

​http://www.slate.com/blogs/bad_astronomy/2016/08/01/x_shaped_pattern_of_stars_marks_location_of_a_giant_peanut_in_the_milky.html

6 Agustus 2016 nanti diperingati sebagai Hari Keantariksaan Nasional. Mari bantu kami dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk mengampanyekan Malam Langit Gelap.
Simak apa keuntungannya & bagaimana cara kamu berpartisipasi di sini: http://www.infoastronomy.org/malamlangitgelap

Blog at WordPress.com.

Up ↑